Minggu, 02 September 2012
Bismillah, akhirnya ku ambil keputusan ini
Sebulan yang lalu, pas bulan suci ramadhan aku memutuskan untuk berjilbab sesuai dengan syar'i. Ini merupakan motivasi dari suami yang tak pernah bosan untuk mengingatkan aku, yang sebelumnya sempet jadi korban MODE. Setelah hampir kurang lebih 2 tahun aku berjilbab (saat itu belum menikah) dengan gaya yang macem-macem, sebenarnya *dulu* dalam hati selalu bertanya benar gak aku berjilbab buat menutup aurat atau untuk bergaya atau untuk kedua-duanya. Dengan hati yang sebenarnya masih bingung aku masih terus buka-buka beberapa media sosial untuk meng-update gaya-gaya berjilbab yang semakin hari semakin banyak. Malah sempet ikutan *Hijab Class* untuk menambah gaya berjilbab yang baru, ada beberapa hal positif yang bisa aku ambil dari ikutan acara ini.
Hampir setiap hari bahkan setiap jam mungkin aku selalu buka twitter atau blog untuk terus mengikuti gaya terbaru para hijabers, walaupun agak susah buat mengikuti gaya mereka. Dengan semakin banyaknya peminat untuk berhijab trendi maka ini dimanfaatkan oleh komunitas-komunitas untuk membuat tutorial berhijab di majalah-majalah, selain untuk share tentang gaya berhijab juga bisa meraih keuntungan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ini, tetapi lama-lama ko gaya berhijab semakin glamour dan ada beberapa statement yang pernah aku lihat ditelevisi bahwa *dengan berhijab bisa tetep stylish dan gak kampungan*. Nah dari sini aku berpikir, tujuan berhijab bukan lagi buat menutup aurat (ini menurut aku ya teman-teman).
Setelah itu aku mulai buka beberapa website tentang cara berhijab dan berjilbab yang bener itu seperti apa. Dari semua yang aku dapat, satupun gak ada yang sama dengan gaya jilbabku selama ini. Aku malah sempet dapat BC di BBM kalo penghuni neraka kebanyakan perempuan, ngeriiii pas bacanya. Perempuan-perempuan yang memakai baju tetapi seperti telanjang atau tidak memakai baju dihadapan Allah SWT. Naudzubillah, mudah-mudahan kita tidak termasuk didalamnya. aminnn!!!
Teman-teman nanti aku share ya tentang ketentuan berjilbab yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-hadits,
Sebelumnya terimakasih banyak buat My Lovely Husband yang tidak pernah bosan mengingatkan aku buat berjilbab yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya, keputusan ini aku ambil bukan karena paksaan dari siapapun tetapi ini murni keinginanku untuk menjadi orang yang benar-benar menutup aurat sesuai yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Aku menyadari bahwa aku bukan orang yang 100 persen sudah bener dalam berpakaian, aku masih banyak kekurangan yang berusaha menjadi orang yang lebih baik dan mendapat Ridho dari suami. Aminnnn.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar