Senin, 03 September 2012

BerJilbab SeSuai Syar'i

Teman-teman berikut aku share tentang cara memakai jilbab yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits yaa,,,, mudah-mudan bermanfaat,,, aminnn

Sebagaimana tertulis dalam Al Qur’an surat An Nur ayat 26, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.

Terus, apa hubungannya jilbab dengan kutipan ayat di atas? Ya, sosok wanita yang baik dalam pandangan islam adalah mereka yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai dan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Salah satu amalan yang dimaksud adalah mengenakan Jilbab.
Apa itu jilbab? Menurut Wikipedia jilbab adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Jadi jilbab disini bukan hanya sebatas kerudung yang menutupi bagian kepala dan rambut saja. Dan yang pasti jilbab itu adalah identitas seorang muslimah. Dimana dengan jilbabnya dia akan mudah dikenali ke-muslimah-annya dan tidak akan diganggu.

Cara Memakai Jilbab Yang Baik

Jilbab yang baik adalah jilbab yang sesuai dengan tuntunan Islam, bukan sesuai dengan mode atau trend yang berlaku di masyarakat. Apa saja syarat-syarat cara memakai jilbab yang baik? Beberapa di antaranya :
a. Menutupi aurat
b. Jilbab lebar dan menutup dada
c. Jilbab longgar tidak menampakan bentuk tubuh
d. Tidak tembus pandang
e. Tidak memakai riasan atau makeup yang tebal

Berikut contoh-contohnya:
 



Kesalahan Dalam Cara Memakai Jilbab

Mengenai penggunaannya, jilbab itu sendiri bukanlah jenis jilbab atau kerudung gaul seperti fenomena yang sering kita lihat sekarang-sekarang ini. Kerudung yang digunakan haruslah syar’I dan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, baik itu dala Al Qur’an ataupun hadits. Nah, disini akan dibahas sedikit mengenai jilbab atau lebih ke gaya berbusana kaum muslimah yang seharusnya atau kita kenal dengan istilah syar’i.
Sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Bahwa anak perempuan apabila telah cukup umurnya, maka mereka tidak boleh dilihat akan dia melainkan mukanya dan kedua telapak tangannya hingga pergelangan” (H.R. Abu Daud)”. Itu sabda Rasulullah. Tapi nyatanya sekarang, banyak para muslimah yang salah mengartikan jilbab dan gaya berbusana yang syar’i.

Berikut beberapa contohnya:




Berikut Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam berkerudung dan berbusana muslimah

1. Kerudung tidak menutupi dada
Ini bertentangan dengan firman Allah SWT dalam Al-qur’an “.. dan hendaklah mereka menutup   kain kerudung ke dadanya ” (QS. An Nur : 31)
2. Rok kurang panjang (agak ngatung)
Hal ini tidak sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tarmizi dan Nasa’i, dari Ummu Salamah r.a. “”Ya Rasulullah, bagaimana dengan perempuan dan kain-kain mereka yang sebelah bawah?” Sabda Rasulullah S.A.W : “Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi keatasnya
3. Pakaian ketat dan menampakkan bentuk tubuh
Selain terlihat dan terasa sesak, ternyata pakaian yang ketat juga tidak baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pakaian yang ketat menyebabkan kulit kekurangan ruang untuk bernafas. Akibat yang ditimbulkan dari mengenakan pakaian ketat – mulai dari yang teringan seperti biduran, adanya bercak ringan di bagian tubuh tertentu sampai dengan penyakit yang cukup berbahaya, seperti kemandulan dan kanker.
4. Menggunakan riasan make up yang tebal.
Menggunakan riasan make up bagi seorang perempuan tidaklah dilarang, tapi anjurannya adalah ‘jangan berlebihan’ karena segala sesuatu ynag berlebihan itu tidak baik dan Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Selain itu, jika make up anda terlalu tebal, maka kurang sehat untuk wajah anda karena kulit wajah tidak dapat bernafas dengan baik dan menyisakan residu yang berlebihan pada wajah sehingga jika tidak telaten dapat menyebabkan jerawat di wajah. Apalagi ada beberapa muslimah yang mungkin malas berwudhu atau hanya berwudhu sekedarnya saja dengan alasan menjaga riasan wajah agar tetap awet.
5. Kesalahan lainnya dalam berkerudung, diantaranya adalah tidak memakai kaos kaki, mengenakan blus yang pendek, memakai rok dengan belahan tinggi serta mengenakan kerudung yang terbuat dari bahan yang tipis/jarang.

Demikian penjelasan singkat tentang cara memakai jilbab yang benar dan jilbab yang salah. Ikutilah yang benar dan jauhilah yang salah. Mari kita saling berbagi ilmu dan semoga bermanfaat,,, aminnnnn

Semua ilmu yang bermanfaat ini aku peroleh dari  ENSIKLOPEDIA ISLAM YUFIDIA. Terimakasih banyak yaaa sudah membuat aku semakin mantap dalam berjilbab. Mudah-mudahan jilbab ini menyelamatkan kita dari api nerakan dan surga menjadi tempat yang indah buat kita kelak,,, aminnnnn


*Pendamba Surga* Perindu Rasulullah*

Minggu, 02 September 2012

Bismillah, akhirnya ku ambil keputusan ini


Sebulan yang lalu, pas bulan suci ramadhan aku memutuskan untuk berjilbab sesuai dengan syar'i. Ini merupakan motivasi dari suami yang tak pernah bosan untuk mengingatkan aku, yang sebelumnya sempet jadi korban MODE. Setelah hampir kurang lebih 2 tahun aku berjilbab (saat itu belum menikah) dengan gaya yang macem-macem, sebenarnya *dulu* dalam hati selalu bertanya benar gak aku berjilbab buat menutup aurat atau untuk bergaya atau untuk kedua-duanya. Dengan hati yang sebenarnya masih bingung aku masih terus buka-buka beberapa media sosial untuk meng-update gaya-gaya berjilbab yang semakin hari semakin banyak. Malah sempet ikutan *Hijab Class* untuk menambah gaya berjilbab yang baru, ada beberapa hal positif yang bisa aku ambil dari ikutan acara ini.
Hampir setiap hari bahkan setiap jam mungkin aku selalu buka twitter atau blog untuk terus mengikuti gaya terbaru para hijabers, walaupun agak susah buat mengikuti gaya mereka. Dengan semakin banyaknya peminat untuk berhijab trendi maka ini dimanfaatkan oleh komunitas-komunitas untuk membuat tutorial berhijab di majalah-majalah, selain untuk share tentang gaya berhijab juga bisa meraih keuntungan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ini, tetapi lama-lama ko gaya berhijab semakin glamour dan ada beberapa statement yang pernah aku lihat ditelevisi bahwa *dengan berhijab bisa tetep stylish dan gak kampungan*. Nah dari sini aku berpikir, tujuan berhijab bukan lagi buat menutup aurat (ini menurut aku ya teman-teman).

Setelah itu aku mulai buka beberapa website tentang cara berhijab dan berjilbab yang bener itu seperti apa. Dari semua yang aku dapat, satupun gak ada yang sama dengan gaya jilbabku selama ini. Aku malah sempet dapat BC di BBM kalo penghuni neraka kebanyakan perempuan, ngeriiii pas bacanya. Perempuan-perempuan yang memakai baju tetapi seperti telanjang atau tidak memakai baju dihadapan Allah SWT. Naudzubillah, mudah-mudahan kita tidak termasuk didalamnya. aminnn!!!

Teman-teman nanti aku share ya tentang ketentuan berjilbab yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-hadits,

Sebelumnya terimakasih banyak buat My Lovely Husband yang tidak pernah bosan mengingatkan aku buat berjilbab yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya, keputusan ini aku ambil bukan karena paksaan dari siapapun tetapi ini murni keinginanku untuk menjadi orang yang benar-benar menutup aurat sesuai yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Aku menyadari bahwa aku bukan orang yang 100 persen sudah bener dalam berpakaian, aku masih banyak kekurangan yang berusaha menjadi orang yang lebih baik dan mendapat Ridho dari suami. Aminnnn.